Selasa, 26 Januari 2010

"JAJANAN BANDUNG"

Sebenarnya sudah dari lebaran tahun lalu gw mau review tempat makan ini, waktu itu pas kebetulan ada program 50% dari Visa Mandiri dan impulsive langsung masuk…hehe…tapi sayang waktu itu ga bawa kamera atopun hape yang ada kameranya, makanya minggu lalu pas lewat gw inget mau review lagi dan ambil foto2nya.

Kesan pertama sangat ramah dan profesional, receptionist didepan akan langsung menanyakan berapa orang dan dia akan meng-assign seorang pelayan yang akan melayani kita. Setelah kita ditunjukkan meja mana, kita akan dipersilakan memilih makanan.

Restoran ini khusus menyajikan masakan Sumatra atau Melayu, jadi jangan mengira ini adalah restoran Padang walau bumbu2nya serupa.

Masakan wajib dan merupakan salah satu menu andalannya adalah "Kepala Ikan Kakap", lumayan mahal seharga 60 ribuan satu kepala tapi dijamin puas banget. Selaen ukuran yang besar, bumbunya juga kental dan pedas, disajikan diatas kompor kecil sehingga dijamin tetap hangat selama kita menikmatinya.

Yang kedua yang harus dipesan adalah "Sambal Ganja", karena mungkin di Bandung cuma disini kita bisa mendapatkan sambal berganja ini. Mirip seperti sambal biasa tapi dengan dibubuhi potongan daun ganja. Rasanya segar dan sangat pedas menurut gw, tapi additional daun ganja ini supposed to make your appetite roaring.

Selain kedua menu andalan itu masih banyak lagi menu2 yang mouth watering (sekarang pun gw ngetik , sambil nelen ludah ngebayanginnya), jadi feel free to explore asal jangan kelewatan, karena ini bukan warung nasi, jadi harganya pun ya bukan harga warung nasi. Untuk makan berdua bisa susah gw nentuin harganya, Cuma rata2 gw bedua 100an lah, itu termasuk kepala ikan kakap.

Kemaren cuma dapet 10% disc dari Citibank, dan kalo ada yang punya kartu XL, dapet 10% juga sampai akhir tahun 2008.

Letaknya disebrang mesjid istiqomah, itu di dari jalan Riau, dari arah kantor pos pas ada KFC belok kiri dan ambil sisi kanan mesjid, uda langsung kelihatan disebelah kanannya di pojok.

Selamat nge-GELE yaaaaaaa



Sapa penggemar bebeeeeeekkkkkk??????? yang pasti gw...hueheheh....dari roasted duck ala oriental sampe bebek2 pinggir jalan. Nah, biasanya gw paling suka bebek goreng dari surabaya ato bebek Yogi kebun jeruk JKT. Ternyata ga perlu jauh2 karena di Bandung juga ada yang lebih enak dari yang gw sebutin tadi.
Bebek Goreng Sambal Bawang ini letaknya di daerah SMU 3 / SMU 5 / Taman Lalu Lintas, di Jl. Kalimantan No.4. Sebenernya gw dah sering lewat tapi lom sempet mampir, baru tadi aja karena keingetan pas lagi cari makanan di daerah sana. Bedanya sama bebek Yogi yang ini lebih fresh karena langsung goreng, spt bebek yogi jaman dulu sebelum sekarang yang uda siap saji. Trus kalau bebek yogi andalannya sambel mangga, kalau ini adalah sambel bawang. Kita bahas satu2 ya:

Porsi bebek goreng ini termasuk (Rp. 11.000,-) :
- Bebek goreng (pastinya), digoreng dengan garing tapi tidak kering sehingga dagingnya masih ada (kebanyakan daging dah garing banget) dan empuk, bumbu menyerap sampai ketulang-tulangnya, buat yang hobi nggrogoti (isep2 dan gigit2) tulang, ini bener2 nikmat loh (satu porsi satu bebek, bukan dua seperti di foto..hehe)
- Sambel Bawang yang terlihat seperti sambel hijau, covered with oil, gurih sama pedasnya pas.
- Minyak gule, ini seperti minyak bumbu warna kuning buat dicampur sama nasi supaya nasi lebih pulen dan gurih.

Selain bebek goreng tadi gw juga pesen es tape ketan (Rp. 5.000,-), minuman yang seger banget pake tape ketan ijo. Sebenarnya disini masakan andalan adalah Oseng-oseng Mercon, sayang tadi keabisan, lusa deh gw balik lagi pesen mercon :p

Tempat ini udah pasti bakal jadi tempat langganan buat gw, karena selaen makanan minumannya enak dan terjangkau, pelayanan juga bagus dan orang2nya jujur, tadi gw ketinggalan handphone langsung dikejer sampe tempat parkir sama pelayannya.

Buat yang kebandung dan doyan bebek ato mercon (daging sapi kok, bukan mercon beneran), tempat ini hukumnya WAJIB buat dikunjungin.




oleh-oleh dari Bandung kali ini adalah Klappertaart, kue belanda yang dipopulerkan oleh masyarakat Menado.
Anyway, buat yang belum tau Klappertaart, ciri khas kue ini adalah kelapa mudanya dan rhum. Kalo gak ada rhum-nya rasanya ada yang kurang. Bentuk dan teksturnya seperti custard, dan harus menggunakan sendok kalo memakannya

Nah tadi siang, saya nyobain Den Haag Klappertaart yang berlokasi di jalan cihampelas sebelah kiri, di seberangnya x-trans. Yang saya cobain adalah klappertart dingin original (ada rasa-rasa yang lain sih, tetapi selama ini semua klappertaart yang saya coba hanya rasa original, males nyobain yang lain-lain :p). Di Den Haag ini tersedia klappertaart dingin dan klappertaart kering. Bagi yang tidak suka rhum, klappertaart kering boleh dicoba dan katanya lebih tahan lama.
Ukuran yang saya coba adalah cup, harganya Rp 9,000. Boleh dibilang Den Haag cukup generous dalam memberikan kelapa-nya, walaupun yang saya makan kelapa-nya agak terlalu tua, tetapi rhum-nya mantap!!! Boleh lah dicoba, tetapi kalo tinggal di Jakarta, ada yang lebih enak, namanya Hanna's Klappertaart, so far this is the best klappertaart i've ever tasted!!! walaupun harganya lebih mahal dari Den Haag :p

Racik Desa : Limbangan



Buat orang Bandung weekends are the worst possible time to find some place to eat and relax, jadi pilihan adalah keluar kota, NOT LEMBANG, ke Lembang during weekends sama aja bunuh diri, either mati kelaparan sebelum nyampe ato mati kelaparan turun dari Lembang. So...yang paling make sense adalah go to the opposite, which is East. Ke arah timur ada beberapa pilihan seperti Sumedang, Garut, Limbangan, Jatinangor, Kuningan, Cirebon, Semarang, Jogja, Surabaya dan tentu saja...BALI...just kidding...heheh.
But seriously, coba ke Limbangan, arah ke Garut (Bandung>Jatinganor>Rancaekek>Limbangan/Garut) tapi setelah lewat rel kereta dan ketemu dua cabang (kanan naik ke Garut, Kiri turun ke Limbangan) ambil ke kiri. Jarak 100 meter dari cabang tadi arah Limbangan sudah ada resto strawberi besar, Ini juga enak, tapi pelayanan buruk dan kurang praktis karena lokasi Saung (ruang lesehan kecil tempat makan) naik turun, susah kalau bawa orang tua, kasian maksudnya.
Terus aja sekitar 3 km akan ketemu di sebelah kiri "RACIK DESA", tempatnya masi baru, tapi tempatnya paling nyaman diantara yang lain.
Resto ini spesialisasinya, like the others, adalah strawberi. You should order "sambal strawbery" sama sate kambingnya....dijamin Mankyusssssssssssssss (copyright Wisata Kuliner). Selain itu both gurame bakar sama gurame goreng nya bener2 bikin lo ngacay (sundanese temrm of drooling). Wat more?!?....Nasi liwet yang super enak dan lengkap dan masih banyak lagi menunya.
Other than food, Racik Desa punya fasilitas outbond seperti petik kebun strawberi, flying fox (in my case it wud be flying bull), dan masi banyak aktifitas fisik lainnya (dunno the names). Bring your camera, it's a must, pemandangannya bagus, foto2 diatas juga itu gw ambil pake kamera infra red...jadinya serem tapi...hihihi...
Harga?!? gw kmaren 5 org dewasa + bayi 1 bulan, smua gragas (javanese term for rakus), abis 280 ribu...gimana?



Tidak ada komentar:

Posting Komentar